Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Friday, February 3, 2012

Menulis Rangkuman atau Ringkasan




Menulis rangkuman/ringkasan merupakan upaya menyarikan sebuah teks atau bacaan. Jadi, merangkum sebuah buku adalah mengambil inti sari sebuah isi buku dan menuliskannya kembali menjadi catatan ringkas. Hal yang perlu diingat bahwa sebuah rangkuman isinya mencakup keseluruhan teks atau buku yang dirangkum secara utuh dan lengkap, meski dalam penyajiannya lebih padat dan ringkas. Jadi, dalam merangkum jangan sampai ada hal penting dari bacaan atau buku yang tidak terambil atau terangkum.
Tujuan membuat rangkuman/ringkasan adalah untuk memahami dan mengetahui isi sebuah karangan atau buku.

 Cara untuk membuat rangkuman:

1.Membaca buku hingga memahami secara utuh dan lengkap
Bacalah buku atau wacana yang akan kamu ringkas. Apabila dalam sekali baca kamu belum memahami isi    wacana tersebut, bacalah lagi, kalau perlu diulang hingga beberapa kali.

2.Tandailah kata-kata sulit.

3.Hal-hal penting sebaiknya digaris bawahi.

4.Mencatat gagasan utama
 Setelah membaca keseluruhan isi wacana, langkah selanjutnya ialah membaca kembali setiap paragraf wacana tersebut untuk mencari gagasan utama tiap paragraf.
5.Merangkai gagasan-gagasan utama/pokok-pokok inti sari buku.
Langkah terakhir yang kamu lakukan ialah merangkai gagasan-gagasan utama tersebut menjadi sebuah rangkuman.

6.Mencek dan ricek hasil rangkuman dengan isi buku untuk mengetahui rangkuman sudah lengkap atau belum.



Contoh rangkuman dari media massa
Cerdik Bermain Sudoku
Setiap dua minggu sekali di Yunior ada rubrik ”Sudoku”. Kamu menyukainya? Hmm, saya juga. Tapi ada juga lho yang belum tahu bagaimana cara mengerjakannya.
Nah, jika kamu termasuk yang belum tahu itu, kamu bisa membaca buku ini. Buku ini mengulas segala hal tentang sudoku, dari tingkat 1 sampai tingkat 9. Asyiknya lagi, ada kunci jawabannya sehingga kita bisa langsung mencocokkan apakah jawaban kita betul atau tidak.
Di bagian awal terdapat bab pendahuluan yang akan mengantar kita menuju dunia sudoku. Selanjutnya baru dijelaskan tentang beberapa cara dan trik dalam mengerjakan sudoku.
Setelah paham, kamu bisa mencoba mengerjakan soal-soal sudoku, dari tingkat 1 hingga tingkat 9. Ya, tentu saja semakin tinggi tingkatnya semakin sulit pula soalnya. Karena itu coba kerjakan yang tingkat terendah dulu. Jika sukses, silakan menuju ke level berikutnya.
Sumber: Suara Merdeka, 20 Januari 2008

Saturday, May 7, 2011

Majas

Majas adalah bahsa kiasan atau bahasa yang indah yang ditunjukan untuk meningkatkan efek tertentu. Majas disebut juga "gaya bahasa".

Jenis-Jenis Majas

1. Majas perbandingan

a. Personifikasi
majas personifikasi yaitu majas yang menbandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah memiliki sifat seperti manusia. Contoh : Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk. Pada kalimat diatas, kata yang bersifat seperti manusia adalah "mengamuk".

b.Metafora
Yaitu majas perbandingan yang diungkapkan secara singkat dan padat. Contoh: Dia anak emas majikannya. Pada kalimat diatas, majas ayang diungkapkan secara singkat dan padat adalah "anak emas".

c. Perumpamaan
Yaitu majas perbandingan yang membandingkan dua hal yang hakikatnya berbeda. Majas ini selalu ditandai dengan kata "bagaikan, bak, bagai, seperti," dsb. Contoh : Semangatnya keras bagaikan baja.

2. Majas Pertentangan

a. Hiperbola
Yaitu majas yang mengandung pernyataan yang berlebihan atau dilebih-lebihkan dengan maksud untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya. Contoh : Saya terkejut setengah mati mendengar berita itu .

b. Litotes
Yaitu majas yang ditunjukan untuk mengurangi atau mengcil-ngecilkan kenyataan yang tujuannya untuk merendahkan diri. Contoh : Silahkan mampir dulu di gubuk saya.

c. Ironi
Yaitu majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir atau memperolok-olok. Contoh : Bagus sekali rapormu, Aril, banyak angka merahnya.

Kata Benda (Nomina)

Kata benda (nomina) yaitu kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda,dan konsep atau pengertian. 


Ciri-Ciri Kata Benda 

  • dalam kalimat kata benda cenderung menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap. 
Contoh : Ibu membelikan adik baju baru. Kata "Ibu" merupakan subjek, kata " membelikan" merupakan predikat, kata "adik" merupakan objek, dan kata "baju baru" merupakan pelengkap.

  • kata benda tidak dapat didahului oleh kata ingkar "tidak"
  • kata benda dapat dikutip oleh kata sifat dengan menggunakan kata "yang".
Contoh : Ibu yang baik


Jenis Kata Benda

  • kata benda kongkrit
yaitu nama benda yang dapat ditangkap oleh pancaindra. Contoh : Ibu, adik, mobil, awan, dsb.

  • kata benda abstrak
yaitu nama benda yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra. Contoh : Bahagia, sedih, senang, harapan, kebahagiaan, dsb.


Bentuk Kata Benda

  • kata dasar
yaitu kata yang belum diberi imbuhan. Contoh : main, pisau, makan, dsb.

  • kata turunan
kata turunan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk
a. kata berimbuhan
Yaitu kata yang suadah diberi imbuhan. Contoh : makanan, mainan, kendaraan, dsb.
b. kata ulang
yaitu kata yang pengucapannya atau diucapkan secara berulang-ulang. Contoh : Mobil-mobilan, dsb.
c. kata majemuk
yaitu dua kata yang mengandng satu arti, jadi kedua kata tersebut tidak dapat diartikan satu-persatu. Contoh : Surat kabar, rumah sakit, rumah makan, meja tulis, dsb.